Rabu, 28 Desember 2011

Berbenahlah pendidikan di Indonesiaku !!!

 

Penddikan adlah salah satu tolok ukur suatu bangsa. Bukan dari kuantiatas tpi kwalitas bangsa lah yang harus di pertimbangkan. Dengan pendidikan pula pasti dapat merubah nasib suautu bangsa . ingat ketika kita di jajah oleh bangsa lain, hal tersebut terjdi manakala bangsa kita yang belum banyak mengenyam pendidika. Sementara itu  kemerdekaan yang kita raih merupakan  hasil para orang orng yang terdidik pada zaman itu. Jadi pendidkan menjadi pondasi utama ketika Negara ingin maju atau terbebas dari penjajah.

Bagaimana menurut anda tentag pendidika di Indonesia? Mungkin sebagian besar menjawab mahal,biasa,rendah yang intinya memojokkan kwalitas pendidikan Indonesia jauh dari sempurna. Realita ataukah fiktif belaka? Mari kita tilik bersama.

Jika kita membandingkan dengan Negara peringkat 1 pendidikan didunia,Finlandia sangat lah jauh berbeda. Terutama tentag kualitas guru di Finlandia sangat berkualitas dan mempuyai kepelatihan yang baik. Guru merupakan profesi mulia dan dihormati. Mulai dari perekrutan guru yang ketat dan jujur. Sampai pengajaran yang megnedepankan ke aktifan siswa bukan keaktifan si guru. lulusan terbaik sma biasanya menadaftar ke sekolah sekloah pendidkan, 1 dari 7 pelamar yang bisa d terima. Sungguh pandangan berbeda dengan Negara kita tercinta.sebaigian besar di pasok dari lulusan sarjana yg berkwalitas seadanya ,dan juga si pelamar bisa masuk jika punya cukup uang alias kong kalikong.

Disisi lain cara pandang orang Indonesia pada umumnya guru atau pun pns merupakan pekerjaan yang bisa menjamin hidup ketika kelak telah lansia. Pola pikir seperti inalah yang seharusnya kita benahi bersama. Alahkah lebih baiknya jika menjadi abdi Negara tak mjdi kan profesi guru atau pns menjadi lahan pencari uang sebesar besarnya karena akan meyeleweng dari tujuan awal.Jika ingin mendapat kan gaji atau uang sebagai first purpose bukan menjadi abdi Negara melain kan bisnis man atau yang lain.yang intinya menjadikan profit sebagai tujuan utama.

Terlepas dari itu Indonesia dalam bidang pendidikan kami yakin akan lebih cemerlang dengan bercermin peringkat 1 dunia dan bebenah dalam berbagai aspek kependidikan.

Pembnahan perekrutan guru, syarat harus lulus sarjana tidak mejadi syarat sebagai guru tetapi kwalitaslah yg jdi kunci utama dalam perekrutan. Lulusan sarjana tidak mejamim bahwa guru itu mpy kwalitas bagus. Banyak orang orang ber talenta top untuk menjadi guru walaupun belum megenyam  bangku kuliah. Bagi siapa saja yang mampu dalam mendistribusikan ilmu itulah guru. Sebagian besar orang indonnseia brpandagan bahawa guru harus lulus sarjana adalah pandagagan yag kurang tepat, jadi siapapun yang bisa     menjadikan kita tahu tentang informasi atau ilmu maka kita bisa kataka orang tresbut guru.toh yang kita serap adalah ilmu nya bukn title nya.

Pembelajara yang kurang menarik menjadikan siswa ogah untuk merima pelajaran, jika guru ataupun buku kurang menjdikan semangat belajar siswa hanya bosan dan males menelaah pelajaran. Ketika dalam pembelajaran guru yang kretif serta bersabat dengan siswa lah yang sebagian besar pembelajaran tersebut berhasil.karena disampig pelajaran mnjadi menarik, siswa akan lebih suka menceritakn masalah yag d hadapinya freely. Kebanyakan guru yang killer akan di ancam atau dihindar oleh siswa. Perbedaan mencolok antara guru dan siswa akan menjadikan pembelajaran tertanggu.’’aku guru kamu siswa jadi apapun yang saya suruh dan katakan adalah benar,kamu hrus menurut’’ menjadi jurang pemisah.ketika komunikasi antara siswa dan guru terjalin maka semua saling mendukung terciptanya pembelajaran yang baik dan efektif.

 

Tidak menggenjot siswa dalam belajar berbagai bidang study. Mempelajri banyak bidang study hanya akn memecahkan kosentrasi siswa,jika kita inagt kembali pada waktu sma kita belajar molekul atom.apakah sekarnag kita membutuhkan kan itu? Ya mugkin untuk ahli kimia btuh tpi secara gris besar nya saja. Sebaigian besar kita g membtuhkan itu. Jadi telah terbuang waktu yang seharunya bermannafat. focus ke bidang study yang tepat guna dan efisien merupakan pembenahan pendidikan yang benar.

Ujian dan testing hanya megajarkan siswa untuk mendapat nilai. Siswa akan mencari jalan bagaimana mndapat nilai yang bgus secara instan. Dan perlu diketahui banyak aspek dalam pendidikan yang tidak hanya bisa di ukur dengan ujian. Penilaian proses pembelajran lah yag menjadi acuan nilai bukan dari nilai hasil. Jdi peniaadan ujian mjdikan langkah menuju pendidikan tepat pada tujuan awal.

Terlebih, mahal nya pendidikna sehingga hanya orang berduit lah mendapatkan pendidika layak mengakibatkan kurang nya pemerataa pendidikan dimana mana.ketika kita lihat jauh lebih dalam hanya kelas menengah keataslah yang mendapat pendidikan baik. Yang lain hanya mendapatkan pembelajaran yang ala kadarnya. Dan masalah seperti inilah perbedaan antara si miskin dan kaya terlihat .seharusnya kaca mata pendidkan harus melihat sama dalam hal ini.

Tentu dalam suatu pembelajaran ada beberapa siswa yang lambat dalam menerima pelajaran.hal itu harus menjadi prioritas lembaga pendidikan utuk memberikan dukungan intensif secara moral dan financial. Membuat kelas tambahan dengan mentor mentor terbaik atau tmen tmen yang bertprestasi di kelas sehingga terjadilah sisbiosis mutualisme antara siswa yang lambat dan cepat.

Semua bab  yag terpapar di atas mulai dari perekrutan guru, guru kretif , cara pandang terhaadap profesi guru, terlalu bayak  bidang study, penidaan ujian dan testing sampai penamabahan kelas bagi siswa yang lambat tidak lah menjadi nyata tanpa dukungan dari 4 aspek fundamental yakni;pemerintah guru, orangtua dan siswa.perlu adnya komunikasi antara ke empatmya. Tidak malah mencari kesalahn pihak lain. Intropeksi dan pembenahan bersama dari berbagai aspek kemudian mencari jalan keluar bersama merpakan dasar kemjuan pendidikan di indosesia, kami yakin pendidkan Indonesia pasti menemukan masa depan yang cemerlang.

 

 

 

 

 

 

Selasa, 27 Desember 2011

I DO

I've done what I can

but they don't think so

it should be a motivation

but (-) negative

 

if can't get it, they'll think wrong

they'll think the opposite

n make them fall down

 

but I keep trying

n doing my best

till the end

dialog negeriku di universitas terbaik

membangun kultur politik dalam menciptakan pemimpin ideal 2014

key note speech;buya safei

speaker; ganjar pranowo ( anggota DPR RI) & adde M wirasanjaya (pengamat politik)

tema yang diangkat pada waktu terselengganya seminar dialog negeriku...sungguh sangat mencerahkan apalagi untuk mahasiswa para, agent of change...disitu dibahas perlunya  suatu terobosan atau idea cemerlang dari para punggawa punggawa intelek dimana dihadiri para aktivis aktivis mahasiswa sejateng dan DIY. delegasi dari UNDIP, UNSOED, UPN dan universitas lain bersatu di tepatnya gedung A.R fachrudin B universitas terbaik UMY ...

latar belakang terjadinya dengan banyakmya ketimpangan pembangunan seperti salah satu contoh yang telah di ketahui sendiri oleh buya safei di kampus nabire yang hanya ber batako, beratap asbess dan mahasiswanya hanya barefoot tanpa alas kaki atau hanya memakai sandal berarti ada kesenjangan pembangunan yang jauh antara  kota-kota besar di jawa dan yang telah disebutkan. selain itu juga dalam rangka mempersiapkan pemilu 2014, maka kegiata kegitan seperti inilah yang harus di optimalisasikan.

point penting yg bisa dipetik adalah kesalahan masyarakat umumnya dan para elit politik khususnya, adalaah mereka melihat indonesia hanyalah jawa, jakarta.sebetulnya jakarta sudah tidak epresentaive lagi dijadikan simbol indonesia.

selain itu, perbedaan antara negarawan dan politisi menurut pak Adde, negarawan=  beda bantal tetapi mempunyai 1 mimpi akan tetapi politisi= meskipun 1 bantal tetapi mempunyai beda mimpi.

 

Minggu, 25 Desember 2011

pahlawan sahur dari desa

Suasana desa di salah satu kaki gunung yang begitu elok dengan berbagai keindahan hijau sawah yang terbentang luas, riak air di sungai serta kicau burung pipit memanjakan penduduk sekitar untuk hidup bersatu dengan alam. Alam sekitar merupakan bagian dari hidup mereka. Tanpa-nya penduduk tidak bisa melangsungkan kehidupan mereka. bersama-bersama,gotong royong serta hidup rukun nan damai mereka ciptakan selaras dan sejalan dengan keyakinan mereka. Mulai dari pembangunan surau, ngaji bersama(ta’lim), sampai bersolidaritas kepada yang lain mereka lakukan untuk menciptakan suasana islami.

Terciptanya suasana tersebut terus secara continue mereka lestarikan. Hingga suatu ketika Tatkala “Edher” suara bedhug ashar dengan ritme khas menggema pertanda akan datang bulan suci penuh barokah, bulan ramadhan. Warga semua menyambut dengan gembira sebagian membuat apem makanan khas orang kampung untuk diberikan ke tetangga. Suasana berbeda tampak tidak seperti biasa, banyak anak kecil menyambutnya dengan mempersiapkan peralatan “tongtek”(acara membangunkan orang sahur) seperti membuat kentongan, mencari besi, dan meminjam drum. Inilah persiapan mereka menjelang datangnya bulan puasa, termasuk si mamat anak sekolah dasar desa yang ikut sibuk mondar mandir mencari pinjaman drum ke tetangga sekitar. Mereka semua membuatnya tanpa bantuan orang tua karena sebagian besar anak kampung tersebut kreatif dapat menyelesaikannya sendiri. Dalam sekitar 2jam mereka menyelesaikannya. Mereka melangkahkan kaki untuk pulang kerumah masing-masing, termasuk Mamat.

Sesampai nya di rumah,”assalamualaikum”.

“Waalaikumussalam” bunda bertanya kepada mamat,”mat, soko ngendi wae to nang, wes mari sholat po durung?”.(mat, darimana saja kamu, sudah sholat atau belum?).

”puniko mak kulo saking dalemipun yogo, kulo dereng sholat ashar”,(saya dari rumahnya yogo , saya belum sholat ashar) jawab mamat.

“yo kono sholat ashar ndang kono yen sholat jo koyo bis patas yo”.(sana sholat, kalau sholat jangan seperti bis patas ya)pinta ibu mamat.

Dengan rasa malu mamat menjawab,”kasinnggihan mak”.(ya bu).sudah menjadi kebiasaan anak desa seperti mamat sholat 5 waktu penuh walaupun cepat, laksana bis patas. ini merupakan point plus anak anak desa melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai anak yang beragama.

Kala mentari kembali ke pangkuannya dan lafal-lafal ilahi berkumandang mengisyaratkan kepada kaum beriman untuk melaksanakan kewajibannya yakni sholat maghrib di sambut oleh Mamat dengan keluar rumah sembari megucapkan salam untuk pergi ke surau dengan menenteng sarung yang dibuat mainan bak helikopter.

Tiba-tiba suaranya dengan keras ibunda menegur mamat “wooi arep nyang surau po arep angon bebek?”(mau ke surau atau mau gembala itik?)

Dengan cepat mamat mengenakan sarung yang ditentengnya.kemudian dengan wajah tersenyum malu merasa bersalah, mamat menatap ke arah ibunda tercinta dan lari menuju surau yang tak jauh dari rumahnya. Sesampainya di surau dia langkahkan kaki menuju padasan(tempat untuk wudlu) untuk bersuci. Sapaan temen-temen sebaya mengajak mamat untuk menyegerakan ikut berjamaah di shaf 3 samapai 5, paling tepi karena merupakan pe-we posisi wenak untuk bersandar. Dengan gerak cepat dia memposisikan di paling tepi shaf ke 4. Dia jalankan perintah sholat maghrib tersebut sampai terucapnya salam dari imam yang berarti telah usainya sholat berjamaah. Berbeda dengan hari-hari biasa ketika bulan puasa kebiasaan-kebiasaan ganjil dilakukan anak-anak desa termasuk mamat dengan nongkrong dan menikmati bakwan(sejenis gorengan) di tempat penjualan bakwan di dapur milik mbah Yah. Mereka membawa uang dari sisa uang saku mereka di sekolah. Mereka menikmatinya langsung di tempat, biasanya setelah bakwan matang atau ditiriskan dari penggoreng anak-anak langsung berebut mendapatkan bakwan dengan harga @Rp.300,- tersebut. Mereka pergi ke tempat mbah yah setelah maghrib karena ngaji di mulai setelah tarawih.

Mamat menyudahi menikmati bakwan dengan membayar Rp1200,-kepada mbah Yah. Kemudian dikuti oleh teman-temannya kembali ke surau untuk melaksanakan sholat isya’. Warga berbondong-bondong ke surau untuk melaksanakan sholat isya’ berjamaah termasuk bunda mamat. Dengan melihat sekitar surau bunda mamat mencari anak semata wayangnya. Kemudian Tak selang berapa lama mamat menampakkan batang hidungnya, sembari menemui mamat dan menginterogasi sudah sholat maghrib atau belum.

Kumandang azan isya’ dan iqomah telah berkumandang warga yang berjamaah memposisikan diri dibelakang imam sebagai makmum. Di awali takbiratul ikhram, imam membaca ayatayat suci alqur’an melakukan rukun-rukun shalat dan lain sebagainya kemudian imam jamaaah mengakhiri nya dengan salam.dilanjutkan dengan sholat tarawih 21 rakaat. Usai sholat tarawih mamat membujuk ibunya memberikan ijin untuk tidur di surau bersama-sama teman-teman sebayanya. Dengan pendekataan yang begitu persuasive kepada ibunya akhirnya mamat mendapatkan ijin dari bundanya. Bunda mamat berjalan ke arah selatan untuk menuju rumahnya.

Bercanda bersama teman-teman celoteh ngalor ngidul tidak jelas arahnya sembari cekikak cekikik dari teman-teman mengundang teguran dari salah satu ustad. Mbah tsauban namanya beliau merupakan salah satu guru spiritual mamat. mamat banyak mendapat ilmu-ilmu baik dunia maupun akhirat dari sosok yang berwibawa dan bersahaja di kampung.

“hei-hei tinimbang do gak jelas, gojeg, ngomong banter ngganggu wong ngibadah mending darus”.(dari pada pada tidak jelas berisik,berbicara keras mengganggu orang beribadah lebih baik tadarus) tegur ustad. Seketika itu sunyi tak ada suara sekecilpun. Tanpa bekomentar satu per satu berderap melangkahkan kaki-kakinya ke almari al-qur’an untuk mengambil dan membacanya. Dan membuat kelompok regu tadarus anak-anak, anak remaja, orang tua tersendiri. Surau menjadi ramai berkumandang lantunan ayat-ayat suci dari mulut mulut warga desa. Waktu menunjuk angka 10, satu persatu warga kembali ke rumah masing-masing, tetapi tidak bagi mamat dan anak-anak kampong. Usai tadarus, belakang surau menjadi tempat favorit mereka untuk berlatih militer alias bermain polisi dan pencuri,anak-anak kampong biasa menyebutnya maling-malingan permainannya seperti petak umpet tetapi permainannya berkelompok. Satu regu menjadi polisi dan yang lain sebagai pencuri. Dan tugas polisi adalah menangkap pencuri. Para pencuri sebagian mencari tempat teraman bagi mereka, kuburan adalah salah satunya. Mamat bertugas sebagai polisi karena beliau termasuk anak penakut. Maka dia selalu mencari teman untuk menangkap si pencuri yang bersembunyi di tempat-tempat yang menyeramkan bagi dia.

Rasa lelah telah mereka rasakan dan waktunya untuk kembali ke surau. Usai bermain mereka masing-masing mencuci kaki kemudian masuk ke surau mencari posisi untuk tidur. Beralaskan tikar seadanya dan selimut dari sarung yang mereka kenakan. Mereka tidur lelap bagai tidur di atas spring bed berharga ratusan ribu. Mamat teringat akan peralatan tongtek yang di simpan di rumahnya yoga, kemudian dia berinisiatif untuk mengambilnya dengan yoga. Setibanya di rumah yoga, dengan mencari peralatan tersebut tanpa di bantu dengan alat penerangan. Tanpa sengaja mamat memegang ayam yang kebetulan bertempat disamping peralatan tongtek, sehingga ayam tersebut bersuara, “kokokk,,,kok,,kok” seketika mamat kaget.untungnya suara ayam tersebut tidak sampai ke telinga keluarga yoga. Mamat dan yoga memasukkan alat-alat tongtek tersebut ke dalam satu drum kemudian membawanya ke surau. Mereka bergabung dengan teman-teman yang berada di sudut surau.

Kokok ayam membangunkan tidur pulas mereka, sekitar jam 2 mamat dan teman-teman telah siap menjadi pahlawan untuk membangun warga untuk melaksanakan sahur. Masing-masing memegang instrument music ala kampong. Tabuhan kentongan dan drum mereka masuk ke rumah rumah warga sekitar dengan irama-irama dangdut dan pop yang mereka bisa. Prau layar, kucing garong, dan lagu-lagu ungu sering mereka bawakan di tongtek mereka. Tentu warga sekitar memandang berbeda pada kondisi seperti ini. Ketika lewat di depan rumah salah seorang warga, mamat dan teman-teman mendapat kan hadiah guyuran air darinya. Perasaan jengkel dan ingin membalas timbul dari masing masing individu tetapi mamat dan teman-teman masih ingat petuah yang di ajarkan oleh ustad ustad di surau. Situasi seperti itu terlewatkan oleh mamat begitu saja karena mamat yakin setiap pekerjaan baik pasti mempunyai resiko. ‘’Setiap orang yang menuju kebaikan pasti ada halangan atau rintangan’’.kata ustad. Dengan kata lain kesuksesan kita tergantung pada bagaimana kita dalam menghadapi halangan atau rintangan tersebut. Si mamat sang pahlawan saur tentunya berjiwa besar dalam mengahadpi hal tersebut. Rasa ikhlas yang ada dalam hati para pahlawan sahur tentunya mengubur rasa dendam. Hati mamat dan para pahlawan sahur telah terisi dengan karakter islami yang telah ditanamkan oleh ustad-ustad mereka. Dengan keadaan sebagian basah pada pakaian mereka, para pahlawan tetap melanjutkan misi mereka membangunkan warga untuk sahur. “sahur, sahur,sahur” diiringi suara kentongan dan drum dengan ritme yang lumayan bagus dalam lingkup desa, mereka ke kampung sebelah. Beberapa meter dari perempatan desa terdengar suara ibu tua sambil membawa kantong plastik berisi makanan ,”ki lho nang gawe sahur”(ini untuk sahur). Dengan segera mamat dan teman-teman menerimanya dengan berterima kasih kepada ibu.”Alhamdulillah,matur nuwun sanget bu!”(Alhamdulillah terima kasih banyak). Telah menjadi budaya pada anak anak kampong ini, minimal berterima kasih kepada siapapun yang memberi.

Waktu mendekati azan subuh, mamat dan teman-teman kembali kerumah masing-masing untuk sahur bersama keluarga.

“Assalamualaikum”, salam mamat kepada keluarga di rumah.

“waalaikumussalam”, jawab bunda mamat sembari membuka pintu rumah.

“cepet nang lek ndang sahur!”(cepetan sahur!), pinta bunda mamat.

Mamat menuju ke dapur yang sekaligus menjadi ruang makan keluarga. Mereka bersahur bersama, selasai sahur secara tidak sengaja ibu melihat baju mamat yang basah sebagian kemudian menanyakan kepada putra tercintanya,”kenek opo nang kok klambimu teles?”(kenapa bajumu basah?).

Dengan jujur dia menceritakan kejadian yang telah terjadi kepada ibundanya tanpa mengada-ada.

Kata kata bijak keluar dari bunda mamat,”gak opo-opo nang, seng penting kowe ikhlas lan ojo ono rasa mangkel yo!” (tidak apa-apa putraku, yang penting kamu ikhlas dan jangan ada rasa dendam ya!).

Kebijaksanaan yang telah dilakukan oleh bunda mamat merupakan tauladan yang baik dan patut untuk di contoh untuk para ibu-ibu pada umumnya, berlapang dada tidak selalu menjadikan anaknya yang selalu benar. Tentunya, putra-putri yang baik hampir semua dari orangtua –orang tua yang baik pula.

Dengan kesederhanaan dan kepuasan hati dalam menerima apa-apa yang Allah beri, mereka jalani kehidupan mereka dengan bahagia serta dapat memaknai kehidupan sebenarnya. Ilmu-ilmu yang mamat dapat dari bunda, ustad-ustadnya, dan lingkungan sekitarnya menjadikan pondasi diri mamat untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Jiwa-jiwa yang di dalamnya tertanam benih islami akan lebih bisa memaknai arti hidup.

Sekian terima kasih.

 

 

 

 

 

mari berdemokrasi secara intelektual

Indonesia, Sebelum adanya reformasi pada tahun 1998 yang dilakukan oleh para intelektual, para mahasiswa dan para pemuda, partipasi politik oleh masyarakat sangat dibatasi. Pengawasan masyarakat terhadap kekuasaan sangat minim karena ancaman-ancaman oleh para penguasa. Para elit penguasa meneror, menculik, membunuh, dan menciduk orang-orang yang dianggapnya membahayakan atas keterlangsungan kekuasaannya. Naluri setiap orang untuk keluar dari ketidakbebasan, setiap manusia pasti menginginkan kebebasan.

Tahun 1998 merupakan cikal bakal kebebasan masyarakat luas dalam partisipasi dan pengawasan politik. Tahun tersebut adalah tahun yang sangat fundamental bagi rakyat Indonesia. Yakni tergulingnya rezim bersifat otoritatif dan lahirnya demokrasi. para intelektual, mahasiswa dan  pemuda berada di garda depan bersatu menyuarakan anti rezim otoritatif, dengan kudeta dan demonstrasi besar-besaran yang dilaksanakan di gedung DPR MPR RI. Mereka berdemonstrasi dengan tujuan mengguling penguasa pada masa tersebut serta bebas dalam pengawasan politik.Cara berdemonstrasi tersebut adalah cara mereka menyatakan pendapat atas ketidak puasaan rakyat Indonesia terhadap pemerintahan otoriter.

Secara subyektif demonstrasi dan kudeta adalah penggunaan kekerasan. Kekuatan fisik dan energy yang menjadi andalan untuk mencapai tujuan. Mereka menarik kesimpulan bahwa demonstrasi adalah cara yang jitu untuk mengkritik para penguasa sehingga demonstrasi-demonstrasi tersebut berdampak dan langgeng sampai sekarang.

Ketika kita lihat jauh lebih dalam, demonstrasi atau aksi mempunyai 2 dampak, yakni dampak potisif, tersuarakan atau tersampaikankan aspirasi yang diembannya dan dampak negative, pasti ada pihak lain yang dirugikan. Contohnya adalah demonstrasi yang dilakukan di jalan, para penguna jalan akan terganggu atau juga bisa membuat kemacetan, hak mendapatkan kelancaran berkendara terenggut. di kampus, para mahsiswa lain yang sedang belajar akan merasa terganggu oleh keributan yang dibuat oleh mereka, hak mereka untuk mendapatkan ketenangan belajar terganggu. Jadi hak-hak orang lain terganggu bahkan terebut oleh aksi demonstrasi tersebut. Ingat !!! berdemokrasi harus menjunjung dan menghargai hak hak orang lain.

Tentunya banyak cara untuk mengemukakan pendapat tanpa merugikan orang lain. Menulis adalah salah satu cara untuk mengemukakan pendapat. Masih ingat tentang kasus Prita pasien mal praktek oleh rumah sakit omni internasional di Jakarta, kemudian  dia menuliskannya di email, dan sempat menjadi perhatian public waktu itu. Kemudian surat oleh dua anak kecil korban tsunami yang mengundang bapak pesiden ke desanya, serta masih banyak lagi tulisan yang menggemparkan public.

Banyak surat kabar juga menyediakan kolom opini ataupun gagasan, salah satu tujuannya adalah untuk mengajak warga masyarakat menyatakan pendapat dan berdialog lewat tulisan. Menulis adalah cara menyatakan pendapat dengan tidak mengganggu atau merebut hak-hak orang lain. Maka kita bisa katakana menulis merupakan berdemokrasi yang intelektual.

 

Selasa, 20 Desember 2011

jakarta sekarang

Jakarta memang seru. Di jalanan kita temukan individualisme menjadi sistem hidup. Kemacetan adalah salah satu akibatnya. Anak-anak jalanan dan para pengemis baik yang palsu maupun yang asli menjadi asesoris wajib di setiap perhentian lampu merah dan pesilangan jalan. Angkot-angkot, bis kota dan metromini dengan semua derivatnya; kopaja, koantas berserakan dengan posisi arah yang berlawanan.

Ojek ...dan polisi cepek juga mesti masuk dalam sktesa ini. Mereka adalah penguasa jalanan. Dengan keberanian “pasang badan” seperti layaknya perisai manusia pasukan Hezbollah yang menunggu komando Hasan Nasrullahj, demi memuluskan jalan bagi mobil yang hendak putar balik.

Eit..! Tunggu dulu! Jangan lupakan para punkers yang (maaf) pesing dan pengamen yang menambah bising sekaligus menebar aroma keringat plus bir oplosan. Belum lagi kalo ketemu sama gerombolan holligans The Jack… (yang penting namanya keren, kualitas menyusul deh..)

Di antara para seniman trotoar itu ada pengamen yang tidak lagi pakai gitar dengan note ngawur dan suara fales, tapi hanya mengandalkan tepukan tangan mengusik telinga penumpang angkot yang sudah miskin, kere dan sumpek…